Komunitas Praktisi, Intelektual Hukum Indonesia Tersaji Apik & Menarik
 
HomeCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 tanya kasus

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
dazzyy
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 3
Join date : 2012-01-31

PostSubject: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 9:22 am

hallo, mau numpang nanya kasus dong utk tugas hehe Smile kasusnya kira2 spt ini :
Pada bulan Maret 2010 PT.A mengalami masalah dalam bidang pembiayaan bidang usaha dan produksi, untuk itu PT A sudah mendapatkan dana pinjaman kredit dari PT. Bank B pada tahun 2009 berdasarkan perjanjian Kredit, senilai Rp. 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah). Sampai saat ini kewajiban dari PT. A mencapai Rp. 3.000.000.000,- (tiga mliliar rupiah) hal ini terjadi karena sejak Bulan Juni 2011 PT. A sudah tidak mampu membayar kreditnya terhadap PT. Bank B.

Adapun susunan pemegang saham dan pengrus dari PT. A adalah sebagai berikut :

Pemegang Saham :C 70 % saham
D 20 % saham
E 10 %


Modal Dasar dari PT.A : Rp. 1.500.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor : Rp. 1.000.000.000,-
Saham yang diterbitkan : 2.000 lembar saham @ 500.000,-
Dalam rangka menyelamatkan PT. A, pihak manajemen yang diwakili oleh Direktur Utama berniat untuk melakukan penggabungan dengan PT. ANGIN RIBUT.


Adapun susunan pemegang saham dan pengrus dari PT. ANGIN RIBUT adalah sebagai berikut :
Pemegang Saham : P : 55 % saham
Q 30 % saham
R 15 % saham



Modal Dasar dari PT. Tekstil : Rp. 2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah)
Modal Ditempatkan dan Disetor : Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah)
Saham yang diterbitkan : 4.000 lembar saham @ 500.000,-

pertanyaan :
1. Perjanjian penggabungan yang dimaksud kasus diatas apakah merger?
2. bagaimana kedudukan para pemegang saham apabila kedua perusahaan tersebut digabungkan? dan brp persentase bagian masing2 yg didapat?

thanks before Smile
Back to top Go down
View user profile
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 9:48 am

Bingung gw baca kasus lo. Pr A kesulitan keuangan tahun 2010. Tapi kenapa krdit utk nutupin dikasih athun 2009? Trus siapa pula pt tekstil kok tiba2 muncuk namanya,

Btw, susah bener tugas kuliah lo. Lo anak hukum atau finance? Pertanyaan lo keknya lebih ke aspek finance utk itung2 saham drpd pertamyaan legal. Kl lo anak hukum, gw musti angkat topi sama dosen lo. Jarang2 ada dosen hukum kasih tugas yg sangat tekhnis dan practical gini. Gw sendiri aja kalo udah masuk ke aspek finance nggak berani jawab tanpa konsultasi ke org account.
Back to top Go down
View user profile
dazzyy
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 3
Join date : 2012-01-31

PostSubject: Re: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 10:30 am

iya jadi kayanya dari kasus ini yang gue baca, dari mulai tahun 2009 keuangan si PT.A itu udh mulai tersendat jadi udh minta kredit dr PT. Bank B semenjak tahun 2009 tsb. nah pas tahun 2010 si PT. A kegiatannya produksinya terganggu krn mslh pembiayaan kan. Sampe akhirnya pd thn 2011 si PT. A udh ga bisa bayar lagi ke si Bank B.

trs disini kan si PT. A mau menggabungkan usaha sm si angin ribut, yang gue bingungin itu klo emg dibuat perjanjian penggabungan usaha/merger, bknnya kedudukan PT. nya harus seimbang ya? sedangkan di satu sisi si PT. A dalam keadaan keuangan nya ga mampu membayar hutang gitu. trs gmn utk kedudukan para pemegang sahamnya?

btw gue anak hukum kok semester 6 kok, dosen gue yang ini emg suka ngide ngasih soalnya, klo ada yg dapet A di matkulnya gue yg angkat tangan deh..
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 1:23 pm

dazzyy wrote:
hallo, mau numpang nanya kasus dong utk tugas hehe Smile kasusnya kira2 spt ini :
Pada bulan Maret 2010 PT.A mengalami masalah dalam bidang pembiayaan bidang usaha dan produksi, untuk itu PT A sudah mendapatkan dana pinjaman kredit dari PT. Bank B pada tahun 2009 berdasarkan perjanjian Kredit, senilai Rp. 2.500.000.000,- (dua miliar lima ratus juta rupiah). Sampai saat ini kewajiban dari PT. A mencapai Rp. 3.000.000.000,- (tiga mliliar rupiah) hal ini terjadi karena sejak Bulan Juni 2011 PT. A sudah tidak mampu membayar kreditnya terhadap PT. Bank B.

Adapun susunan pemegang saham dan pengrus dari PT. A adalah sebagai berikut :

Pemegang Saham :C 70 % saham
D 20 % saham
E 10 %


Modal Dasar dari PT.A : Rp. 1.500.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor : Rp. 1.000.000.000,-
Saham yang diterbitkan : 2.000 lembar saham @ 500.000,-
Dalam rangka menyelamatkan PT. A, pihak manajemen yang diwakili oleh Direktur Utama berniat untuk melakukan penggabungan dengan PT. ANGIN RIBUT.


Adapun susunan pemegang saham dan pengrus dari PT. ANGIN RIBUT adalah sebagai berikut :
Pemegang Saham : P : 55 % saham
Q 30 % saham
R 15 % saham



Modal Dasar dari PT. Tekstil : Rp. 2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah)
Modal Ditempatkan dan Disetor : Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah)
Saham yang diterbitkan : 4.000 lembar saham @ 500.000,-

pertanyaan :
1. Perjanjian penggabungan yang dimaksud kasus diatas apakah merger?
2. bagaimana kedudukan para pemegang saham apabila kedua perusahaan tersebut digabungkan? dan brp persentase bagian masing2 yg didapat?

thanks before Smile

Hmmm.. pertanyaan yg unik. Sy coba mnjawabnya ya..

Pertnyaan prtama, “Perjanjian penggabungan yang dimaksud kasus diatas apakah merger?” kmudian disinkronkan dgn pnjelasan kasus, “Dalam rangka menyelamatkan PT. A, pihak manajemen yang diwakili oleh Direktur Utama berniat untuk melakukan penggabungan dengan PT. ANGIN RIBUT”, jelas merupakan “Penggabungan” (merger) sesuai dengan pengertiannya yang termaktub dalam UU No. 40 Tahun 2007 (UU Perseroan Terbatas), yg pada pokoknya mnjelaskan bhw penggabungan mrupakan prbuatan hukum yg dlkukan oleh satu perseroan atw lebih utk mnggabngkan diri dgn prseroan lain yg mngakibatkan aktiva dan pasiva dari prseroan yg mnggabungkan diri beralih krn hukum kpd perseroan yg mnerima penggabungan, dan selanjutnya status badan hukum dari perseroan yg mnggabungkan diri brakhir karena hukum[vide: Pasal 1 angka 9 jo. Pasal 122 UU PT]. Artinya, pnggabungan dpat terjadi dari inisiatif perseroan yg “berniat” menggabungkan diri, dlm hal ini PT. A berniat melakukan tindakan hukum penggabungan dengan PT Angin Ribut , dmana stelah penggabungan, maka status badan hukum PT.A mnjdi berakhir krn hukum, jdi gk mungkin diselamatkan lgi deh eksistensinya.
Kalau mau dikatakan kasus di atas adalah merupakan Peleburan (konsolidasi), itu tidak tepat, krn konsekuensi hukum dari konsolidasi ialah berakhirnya status hukum masing2 perseroan yang meleburkan diri digantikan dengan berdirinya perseroan baru hasil peleburan. Mana mau PT. Angin Ribut membubarkan PT nya hnya utk meleburkan diri dgn PT.A yg lgi dlm keadaan default (gagal bayar).
Trus, klo mau dikatakan kasus d atas adlah pengambilalihan (akuisisi) itu jg tdk tepat, krn pada intinya, inisiatif utk melakukan pengambilalihan berada pada perseroan atau orang yg berniat melakukannya, bukan dari perseroan yg akan diambil-alih. Sbenarnya hal ini dpat dilakukan, tpi trgantung PT. Angin Ribut lgi, mau gk mengambil alih saham perusahaan yg manajemen financialnya lgi bobrok dan status perjanjian kreditnya yg sbesar Rp.3 Milyar berada dalam keadaan default?
Selain itu, pemisahan jg tidak tepat, baik pemisahan murni mwpun tidak murni. Realistis saja, perseroan dgn modal dasar Rp.1,5 Milyar dgn utang Rp.3 Milyar, mau melakukan pemisahan perseroan, nonsense deh…
Jadi utk pertanyaan prtama, jawabannya adlah Penggabungan. Tpi sy hnya mnjawab ssuai dgn prtanyaan, terlepas dari procedural Penggabungan suatu perseroan berdasarkan UUPT, dgn wajib mmperhatikan kepentingan perseroan, pemegang saham minoritas, karyawan, kreditur atau pihak ketiga lain, mmperhatikan factor persaingan usaha tidak sehat, dll, dst dsb, ect.

Pertanyaan kedua,
Sebenarnya ini pertanyaan dari anak fakultas ekonomi, karena yakin dan percaya, ini memakai hitung2an matematis, yg dimana (mungkin. Sekali lagi mungkin ya) banyak yg mengambil fakultas hukum karena menghindari pertanyaan atau soal2 matematika, trmasuk saya.. hahahaaa…

Yg jelasnya, dengan melihat komposisi modal PT.ANGIN RIBUT, apabila menerima penggabungan PT A, maka akan trjadi peningkatan modal dasar, yang tadinya hanya Rp.2,5 Milyar,- menjadi, mungkin Rp. 5 Milyar, dengan perhitungan modal ditempatkan dan disetor menjadi sebesar Rp.3 Milyar setelah terjadi pengalihan saham ditempatkan dan disetor dari PT.A kepada PT. Angin Ribut, sehingga saham dalam portepel PT.Angin Ribut sebesar Rp.1,5 Milyar. Pengalihan saham tersebut tentunya setelah melalui proses konversi saham. Pasca penggabungan, maka tentunya pemegang saham dari PT.A menjadi pemegang saham pada PT. Angin Ribut [vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT]. Dan akibat dari penggabungan tersebut akan berdampak pada terjadinya delusi (penurunan persentase kepemilikan) saham pada PT.Angin Ribut.
Ada yg menarik dari pertanyaan kedua ini, khususnya mngenai posisi pemegang saham mayoritas apabila kepemilikan saham dari PT.A telah dialihkan ke PT. Angin Ribut.
Jika seandainya, ini seandainya ya, ditetapkan harga wajar dari saham PT.A sebagai proses konversi saham pada PT.Angin Ribut, ialah sama dengan nilai nominal awalnya, yaitu Rp.500.000/saham, maka secara otomatis, PT.ANGIN RIBUT (pasca penggabungan) telah memiliki saham yg diedarkan sebanyak 6000 saham (@Rp.500.000/saham) dimana telah bertambah 50% dari 4000 saham beredar (yang juga nilai nominalnya sebesar Rp.500.000/saham) sebelum penggabungan. Sebagaimana penjelasan kasus di atas bhw C merupakan pemegang saham mayoritas pada PT.A (70%) dan P merupakan pemegang saham mayoritas pada PT.Angin Ribut (55%), dimana ketika PT.A menggabungkan diri ke PT.ANGIN RIBUT, maka komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%. Lebih jelasnya sebagai berikut:

Asumsi : jika ditentukan harga wajar terhdap nilai nominal yang melekat pada perlembar saham PT.A untuk dikonversikan ke dalam saham PT.ANGIN RIBUT, ialah tetap Rp.500.000,-

Saham milik C :
sebelum penggabungan = 70% (PT.A);
Setelah penggabungan = menjadi 35% (PT.ANGIN RIBUT)

Saham milik P :
sebelum penggabungan = 55% (PT.ANGIN RIBUT);
setelah penggabungan = menjadi 27,5% (PT.ANGIN RIBUT)

ini menunjukkan bahwa C merupakan pemegang saham mayoritas (35%) sekaligus menjadi pengendali dari PT.angin Ribut setelah perseroannya (PT.A) melakukan penggabungan.

Apa ini bukan tindakan akuisisi yg dlakukan oleh C (pmegang saham prioritas PT.A) trhadap PT. Angin ribut?
Back to top Go down
View user profile
bane
Darth
Darth


Posts : 3573
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 3:53 pm

1. ya tergantung skema yang dilakukan
2. tergantung keputusan komersil para pemegang saham

untuk jawaban 1 dan 2 termasuk di dalamnya persetujuan tertulis dari bank B sebagai kreditor A (ada dalam clause boiler plate banking facility)
Back to top Go down
View user profile
dazzyy
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 3
Join date : 2012-01-31

PostSubject: Re: tanya kasus    Tue Jan 31, 2012 7:55 pm

pejuangtersisihkan wrote:


Apa ini bukan tindakan akuisisi yg dlakukan oleh C (pmegang saham prioritas PT.A) trhadap PT. Angin ribut?


klo utk yg masalah merger/akuisisi enurut gue itu merger karena klo akuisisi kan spt yg lo bilang, itu inisiatif dari si yg mau beli saham PT tsb. sedangkan di soalnya ditulis penggabungan usaha. Dan yg menawarkan utk gabung itu si PT. A, dimana si PT. ANGIN RIBUT menyetujui hal tsb melalui RUPS. jd ya menurut gue ini ttp merger. hehehe anw thanks bgt ya bang perjuangtersisihkan buat jawabannya cheers
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 2:39 am

dazzyy wrote:
pejuangtersisihkan wrote:


Apa ini bukan tindakan akuisisi yg dlakukan oleh C (pmegang saham prioritas PT.A) trhadap PT. Angin ribut?


klo utk yg masalah merger/akuisisi enurut gue itu merger karena klo akuisisi kan spt yg lo bilang, itu inisiatif dari si yg mau beli saham PT tsb. sedangkan di soalnya ditulis penggabungan usaha. Dan yg menawarkan utk gabung itu si PT. A, dimana si PT. ANGIN RIBUT menyetujui hal tsb melalui RUPS. jd ya menurut gue ini ttp merger. hehehe anw thanks bgt ya bang perjuangtersisihkan buat jawabannya cheers


iya, betul... merger PT.A kpada PT.ANGIN RIBUT, tpi sekaligus akuisisi oleh C trhdap PT.ANGIN RIBUT dgn melihat komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT yg mengalami delusi sebesar 50% akibat merger.

Saham milik C :
sebelum penggabungan = 70% (PT.A);
Setelah penggabungan = menjadi 35% (PT.ANGIN RIBUT)

Saham milik P :
sebelum penggabungan = 55% (PT.ANGIN RIBUT);
setelah penggabungan = menjadi 27,5% (PT.ANGIN RIBUT)

ini menunjukkan bahwa C merupakan pemegang saham mayoritas (35%) sekaligus menjadi pengendali dari PT.angin Ribut setelah perseroannya (PT.A) melakukan penggabungan. akuisis pada intinya brbicra sapa pemegang kendali baik lngsung mwpun tdk langsung trhdap suatu perseroan. n dlm kasus ini, C mnjdi pngendali "secara langsung" trhdap PT.ANGIN RIBUT pasca merger dgn komposisi saham mayoritas (35%). asyik bnget ya si C ini... hhheeeehehehehee...
Back to top Go down
View user profile
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 3:08 am

sebelum jawab lebih panjang lagi, mending di klarifikasi dulu, kedudukan PT. Tekstil itu apaan? krn tiba2 muncul kayak jin angin

pejuangtersisihkan wrote:
iya, betul... merger PT.A kpada PT.ANGIN RIBUT, tpi sekaligus akuisisi oleh C trhdap PT.ANGIN RIBUT dgn melihat komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT yg mengalami delusi sebesar 50% akibat merger.

Saham milik C :
sebelum penggabungan = 70% (PT.A);
Setelah penggabungan = menjadi 35% (PT.ANGIN RIBUT)

Saham milik P :
sebelum penggabungan = 55% (PT.ANGIN RIBUT);
setelah penggabungan = menjadi 27,5% (PT.ANGIN RIBUT)

ini menunjukkan bahwa C merupakan pemegang saham mayoritas (35%) sekaligus menjadi pengendali dari PT.angin Ribut setelah perseroannya (PT.A) melakukan penggabungan. akuisis pada intinya brbicra sapa pemegang kendali baik lngsung mwpun tdk langsung trhdap suatu perseroan. n dlm kasus ini, C mnjdi pngendali "secara langsung" trhdap PT.ANGIN RIBUT pasca merger dgn komposisi saham mayoritas (35%). asyik bnget ya si C ini... hhheeeehehehehee...

Question: emg dgn adanya merger otomatis telah terjadi akuisisi juga? bukan kedua hal tsb merupakan hal yg berbeda?
gw gak ngerti sama penjelasan lu ttg shareholding..apa pengaruhnya coba lu jelasin jumlah saham shareholder di PT.A sama di PT. Angin Ribut? pale
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 3:35 am

morroc wrote:
sebelum jawab lebih panjang lagi, mending di klarifikasi dulu, kedudukan PT. Tekstil itu apaan? krn tiba2 muncul kayak jin angin

pejuangtersisihkan wrote:
iya, betul... merger PT.A kpada PT.ANGIN RIBUT, tpi sekaligus akuisisi oleh C trhdap PT.ANGIN RIBUT dgn melihat komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT yg mengalami delusi sebesar 50% akibat merger.

Saham milik C :
sebelum penggabungan = 70% (PT.A);
Setelah penggabungan = menjadi 35% (PT.ANGIN RIBUT)

Saham milik P :
sebelum penggabungan = 55% (PT.ANGIN RIBUT);
setelah penggabungan = menjadi 27,5% (PT.ANGIN RIBUT)

ini menunjukkan bahwa C merupakan pemegang saham mayoritas (35%) sekaligus menjadi pengendali dari PT.angin Ribut setelah perseroannya (PT.A) melakukan penggabungan. akuisis pada intinya brbicra sapa pemegang kendali baik lngsung mwpun tdk langsung trhdap suatu perseroan. n dlm kasus ini, C mnjdi pngendali "secara langsung" trhdap PT.ANGIN RIBUT pasca merger dgn komposisi saham mayoritas (35%). asyik bnget ya si C ini... hhheeeehehehehee...

Question: emg dgn adanya merger otomatis telah terjadi akuisisi juga? bukan kedua hal tsb merupakan hal yg berbeda?
gw gak ngerti sama penjelasan lu ttg shareholding..apa pengaruhnya coba lu jelasin jumlah saham shareholder di PT.A sama di PT. Angin Ribut? pale

merger dan akuisisi memang beda.. subjeknya aja beda..
Yg jelasnya, dengan melihat komposisi modal PT.ANGIN RIBUT, apabila menerima penggabungan PT A, maka akan trjadi peningkatan modal dasar, yang tadinya hanya Rp.2,5 Milyar,- menjadi, mungkin Rp. 5 Milyar, dengan perhitungan modal ditempatkan dan disetor menjadi sebesar Rp.3 Milyar setelah terjadi pengalihan saham ditempatkan dan disetor dari PT.A kepada PT. Angin Ribut, sehingga saham dalam portepel PT.Angin Ribut sebesar Rp.1,5 Milyar. Pengalihan saham tersebut tentunya setelah melalui proses konversi saham. Pasca penggabungan, maka tentunya pemegang saham dari PT.A menjadi pemegang saham pada PT. Angin Ribut [vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT]. Dan akibat dari penggabungan tersebut akan berdampak pada terjadinya delusi (penurunan persentase kepemilikan) saham pada PT.Angin Ribut.
Ada yg menarik dari pertanyaan kedua ini, khususnya mngenai posisi pemegang saham mayoritas apabila kepemilikan saham dari PT.A telah dialihkan ke PT. Angin Ribut.
Jika seandainya, ini seandainya ya, ditetapkan harga wajar dari saham PT.A sebagai proses konversi saham pada PT.Angin Ribut, ialah sama dengan nilai nominal awalnya, yaitu Rp.500.000/saham, maka secara otomatis, PT.ANGIN RIBUT (pasca penggabungan) telah memiliki saham yg diedarkan sebanyak 6000 saham (@Rp.500.000/saham) dimana telah bertambah 50% dari 4000 saham beredar (yang juga nilai nominalnya sebesar Rp.500.000/saham) sebelum penggabungan. Sebagaimana penjelasan kasus di atas bhw C merupakan pemegang saham mayoritas pada PT.A (70%) dan P merupakan pemegang saham mayoritas pada PT.Angin Ribut (55%), dimana ketika PT.A menggabungkan diri ke PT.ANGIN RIBUT, maka komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%. Lebih jelasnya sebagai berikut:

Asumsi : jika ditentukan harga wajar terhdap nilai nominal yang melekat pada perlembar saham PT.A untuk dikonversikan ke dalam saham PT.ANGIN RIBUT, ialah tetap Rp.500.000,-

Saham milik C :
sebelum penggabungan = 70% (PT.A);
Setelah penggabungan = menjadi 35% (PT.ANGIN RIBUT)

Saham milik P :
sebelum penggabungan = 55% (PT.ANGIN RIBUT);
setelah penggabungan = menjadi 27,5% (PT.ANGIN RIBUT)

tebak sendiri, siapa pengendali PT.ANGIN RIBUT? klo gk mau dsebut akuisisi, apa dong namanya?
Back to top Go down
View user profile
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 3:59 am

menarik sekali pembahasannya...

dasar lu bilang "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?

terkait dgn pengendali PT.ANGIN RIBUT, klo gw bilang, itu namanya bukan akuisisi, krn hal tsb terjadi krn adanya suatu penggabungan

Pasal 125(1) UUPT bilang "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dan pemegang saham"

Nah, lu perhatiin deh, ini kasus nantinya bisa perubahan komposisi pemegang saham emg krn tuh PT A mengeluarkan saham? karena tuh PT A mau merger kan? maksud dari merger itu bukan mau merubah komposisi saham, sedangkan akusisi lebih ditekankan adanya mengambil alih saham yg telah dikeluarkan oleh perseroan

jaaaaadii, klo gw bilang, pengendali di PT. Angin Ribut namanya bukan akuisisi, tapi lebih tepat klo disebut sbg Pemegang saham Mayoritas

btw, kok yg pny thread gak clarify sapa itu PT. Tekstil sih? Evil or Very Mad
aneh jg nih kasus, mau merger tapi gak ada RUPS terlebih dahulu..shit!!


Last edited by morroc on Wed Feb 01, 2012 4:19 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 4:16 am

morroc wrote:
menarik sekali pembahasannya...

dasar lu bilang "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?

terkait dgn pengendali PT.ANGIN RIBUT, klo gw bilang, itu namanya bukan akuisisi, krn hal tsb terjadi krn adanya suatu penggabungan

Pasal 125(1) UUPT bilang "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dan pemegang saham"

Nah, lu perhatiin deh, ini kasus nantinya bisa perubahan komposisi pemegang saham emg krn tuh PT A mengeluarkan saham? karena tuh PT A mau merger kan? maksud dari merger itu bukan mau merubah komposisi saham, tapi lebih ditekankan adanya mengambil alih saham yg telah dikeluarkan oleh perseroan

jaaaaadii, klo gw bilang, pengendali di PT. Angin Ribut namanya bukan akuisisi, tapi lebih tepat klo disebut sbg Pemegang saham Mayoritas

btw, kok yg pny thread gak clarify sapa itu PT. Tekstil sih? Evil or Very Mad
aneh jg nih kasus, mau merger tapi gak ada RUPS terlebih dahulu..shit!!


Ok... saya kalah, kamu menang.
Back to top Go down
View user profile
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 4:21 am

pejuangtersisihkan wrote:
Ok... saya kalah, kamu menang.

ini bukan masalah menang atau kalahnya, bung..argumentasi hukum itu emg debatable
katanya lu mau jadi lawyer? masa baru di bluffing gini aja udah mundur #No Offense
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 4:57 am

morroc wrote:
pejuangtersisihkan wrote:
Ok... saya kalah, kamu menang.

ini bukan masalah menang atau kalahnya, bung..argumentasi hukum itu emg debatable
katanya lu mau jadi lawyer? masa baru di bluffing gini aja udah mundur #No Offense

baiklah... baiklah pak lawyer.,

pertama, pertanyaan lo, "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?. saya kan bilang itu ASUMSI dari soal yg msih abstrak itu, bhw stelah ditetapkn harga wajar dlm rangka konversi saham PT.A kpd PT.ANGIN RIBUT, nilai nominalnya sama, yaitu 500.000/saham (ini asumsi). saham PT ANGIN RIBUT yg beredar adlah sebanyak 4000 lembar, stelah saham PT A yg sbanyak 2000 lbr dialihkan k PT ANGIN RIBUT, otomatis brtambah 50% mnjadi 6000 saham bredar (gk mungkin 80% kan?).. ini asumsi kotor nih, krn soalnya jg gk jelas.. nah, penambahan saham dalam PT ANGIN RIBUT pasca merger, apa tidak mengakibatkan delusi? so pasti, krn pmegang saham PT A otomatis mnjadi pmegang saham PT ANGIN RIBUT pasca merger (vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT). jikalau para pemegang saham PT A tlah mnjadi pemegang saham PT ANGIN RIBUT, apa komposisi prsen pemegang saham dlm PT ANGIN RIBUT gk mengalami prubahan? nonsense..!! disitulah trjadi delusi.. perhitungan delusinya gmana, silahkan tanya para akuntan profesional. saya hanya mmberikan gambaran asumsi "SEANDAINYA".. SPERTI ITU PAK LAWYER YG HEBAT DAN CERDAS...



KEDUA...
Pengambilalihan ialah perbuatan hkum yg dilakukan oleh badan hokum atu org prseorangan utk mngambilalih saham perseroan yg mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut (vide: pasal 1 angka 11 UUPT). memang Pasal 125(1) UUPT mnyebutkan bhw "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham". makanya, sy bilang, klo gk mau dsebut akuisisi, lantas apa nama yg tepat? ok, sebagai pemegang saham mayoritas. C sebagai pemegang saham mayoritas, saya akui saya kalah disini... pertanyaannya, sapa yg mnjadi pengendali PT ANGIN RIBUT sekarang pak lawyer???!!!!
Back to top Go down
View user profile
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 5:34 am

pejuangtersisihkan wrote:
baiklah... baiklah pak lawyer.,

pertama, pertanyaan lo, "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?. saya kan bilang itu ASUMSI dari soal yg msih abstrak itu, bhw stelah ditetapkn harga wajar dlm rangka konversi saham PT.A kpd PT.ANGIN RIBUT, nilai nominalnya sama, yaitu 500.000/saham (ini asumsi). saham PT ANGIN RIBUT yg beredar adlah sebanyak 4000 lembar, stelah saham PT A yg sbanyak 2000 lbr dialihkan k PT ANGIN RIBUT, otomatis brtambah 50% mnjadi 6000 saham bredar (gk mungkin 80% kan?).. ini asumsi kotor nih, krn soalnya jg gk jelas.. nah, penambahan saham dalam PT ANGIN RIBUT pasca merger, apa tidak mengakibatkan delusi? so pasti, krn pmegang saham PT A otomatis mnjadi pmegang saham PT ANGIN RIBUT pasca merger (vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT). jikalau para pemegang saham PT A tlah mnjadi pemegang saham PT ANGIN RIBUT, apa komposisi prsen pemegang saham dlm PT ANGIN RIBUT gk mengalami prubahan? nonsense..!! disitulah trjadi delusi.. perhitungan delusinya gmana, silahkan tanya para akuntan profesional. saya hanya mmberikan gambaran asumsi "SEANDAINYA".. SPERTI ITU PAK LAWYER YG HEBAT DAN CERDAS...


KEDUA...
Pengambilalihan ialah perbuatan hkum yg dilakukan oleh badan hokum atu org prseorangan utk mngambilalih saham perseroan yg mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut (vide: pasal 1 angka 11 UUPT). memang Pasal 125(1) UUPT mnyebutkan bhw "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham". makanya, sy bilang, klo gk mau dsebut akuisisi, lantas apa nama yg tepat? ok, sebagai pemegang saham mayoritas. C sebagai pemegang saham mayoritas, saya akui saya kalah disini... pertanyaannya, sapa yg mnjadi pengendali PT ANGIN RIBUT sekarang pak lawyer???!!!!

gw msh kacung kampret tuh, blom jadi lawyer, krn blom disumpah sama PERADI What a Face

klo kata dosen di pulau Jawa, dalam berargumentasi hukum, sebisa mungkin jgn menambah fakta baru dong, jadi bisa debat kusir nantinya What a Face

mau tau siapa yg jadi pemegang saham pengendali? Liat dulu ketentuan di Pasal 79(2) UUPT..baru kita bisa menentukan sapa aja yg jd pemegang saham pengendali What a Face

Saran: jgn mudah terpancing emosi bung klo ber-argumentasi hukum..gak baca ya artikel yg gw post kemaren ya ttg "strategi perang "Hotman Parij? ckckck..baca dululah..PLEASE What a Face
Back to top Go down
View user profile
nomnomnomnom
Partner
Partner


Posts : 2132
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 5:34 am

napa lu pake marah2 yak? Question
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 5:56 am

heheheee.. sory bro, sngaja intonasi sy naikkan sdikit, mw liat gmna psikologi lu klo lgi brdebat.. ini hnya forum tulisan, gmna klo brhdap2an... sy blum mmbaca post lu (ntar sy baca), tpi saya senang mmbaca buku2 strategi perang, yg jlasnya dlm prdebatan, gk bkalan luput dari intimidasi psikologis... maaf broo, tdi hnya brcanda... Very Happy

mngenai fakta baru, itu krn prtanyaannya yg msih sngat abstrak, jdi ya dibuat asumsi2 aja..

mngenai pasal 79 ayat (2), sy bingung bro, krn setau saya pasal a quo brbicara tntang sapa yg brhak mngajukan RUPS...
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 5:59 am

nomnomnomnom wrote:
napa lu pake marah2 yak? Question

becanda... Razz
Back to top Go down
View user profile
bane
Darth
Darth


Posts : 3573
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 7:57 am

mo pake psi-war neh? What a Face

udah siap lom?
Back to top Go down
View user profile
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: tanya kasus    Wed Feb 01, 2012 6:23 pm

pejuangtersisihkan wrote:
heheheee.. sory bro, sngaja intonasi sy naikkan sdikit, mw liat gmna psikologi lu klo lgi brdebat.. ini hnya forum tulisan, gmna klo brhdap2an... sy blum mmbaca post lu (ntar sy baca), tpi saya senang mmbaca buku2 strategi perang, yg jlasnya dlm prdebatan, gk bkalan luput dari intimidasi psikologis... maaf broo, tdi hnya brcanda... Very Happy

mngenai pasal 79 ayat (2), sy bingung bro, krn setau saya pasal a quo brbicara tntang sapa yg brhak mngajukan RUPS...

oh, baguslah klo lo cuma bercanda..krn klo mau jd lawyer tuh kelakuannya jgn emosian kayak mahasiswa2 diluar sana yg suka tawuran antar fakultas What a Face

Pasal 79(2) huruf a memang terkait dgn RUPS, tp pihak terkait yg berhak minta diadain RUPS itu kan artinya dia sbg pemegang saham pengendali
klo bukan pengendali, sulit jg ya bisa minta diadain RUPS
Basketball
Back to top Go down
View user profile
molen
Senior Legal Assistant


Posts : 167
Join date : 2011-10-24

PostSubject: Re: tanya kasus    Thu Feb 02, 2012 3:09 am

bane wrote:
mo pake psi-war neh? What a Face

udah siap lom?


wah bang bane ud turun.. serem..

ini yang biasa posting langsung tiba2 adem mana yah?? cheers
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Thu Feb 02, 2012 8:47 am

bane wrote:
mo pake psi-war neh? What a Face

udah siap lom?

jgn ah.. takut.
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Thu Feb 02, 2012 9:03 am

morroc wrote:
pejuangtersisihkan wrote:
heheheee.. sory bro, sngaja intonasi sy naikkan sdikit, mw liat gmna psikologi lu klo lgi brdebat.. ini hnya forum tulisan, gmna klo brhdap2an... sy blum mmbaca post lu (ntar sy baca), tpi saya senang mmbaca buku2 strategi perang, yg jlasnya dlm prdebatan, gk bkalan luput dari intimidasi psikologis... maaf broo, tdi hnya brcanda... Very Happy

mngenai pasal 79 ayat (2), sy bingung bro, krn setau saya pasal a quo brbicara tntang sapa yg brhak mngajukan RUPS...

oh, baguslah klo lo cuma bercanda..krn klo mau jd lawyer tuh kelakuannya jgn emosian kayak mahasiswa2 diluar sana yg suka tawuran antar fakultas What a Face

Pasal 79(2) huruf a memang terkait dgn RUPS, tp pihak terkait yg berhak minta diadain RUPS itu kan artinya dia sbg pemegang saham pengendali
klo bukan pengendali, sulit jg ya bisa minta diadain RUPS
Basketball

nyinggung ini boss...!! (klo yg ini gk brcanda...!!!!!!!!!)
tpi sdhlah.. jgn singgung msalah almamater, sensitif soalnya... Razz

Pasal 79(2) huruf a itu kpasitasnya bukan sbgai pengendali, tpi memang krn kwenangan atributif utk mnyelenggarakan RUPS. toh klo mmang RUPS jadi dislenggarakan, yg mminta itu hnya mmpunyai suara sbesar yg dia wakili (mngkin 1/10 hak suara). mana bisa dsebut sbgi pngendali..?
wait... wait... wait... pengendali yg anda pahami itu sprti gmana? tolong jelaskan dulu, spya ada ksepahaman gmbaran...
Back to top Go down
View user profile
sls_amg
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 136
Join date : 2011-06-17
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Fri Feb 03, 2012 12:07 am

morroc wrote:
pejuangtersisihkan wrote:
baiklah... baiklah pak lawyer.,

pertama, pertanyaan lo, "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?. saya kan bilang itu ASUMSI dari soal yg msih abstrak itu, bhw stelah ditetapkn harga wajar dlm rangka konversi saham PT.A kpd PT.ANGIN RIBUT, nilai nominalnya sama, yaitu 500.000/saham (ini asumsi). saham PT ANGIN RIBUT yg beredar adlah sebanyak 4000 lembar, stelah saham PT A yg sbanyak 2000 lbr dialihkan k PT ANGIN RIBUT, otomatis brtambah 50% mnjadi 6000 saham bredar (gk mungkin 80% kan?).. ini asumsi kotor nih, krn soalnya jg gk jelas.. nah, penambahan saham dalam PT ANGIN RIBUT pasca merger, apa tidak mengakibatkan delusi? so pasti, krn pmegang saham PT A otomatis mnjadi pmegang saham PT ANGIN RIBUT pasca merger (vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT). jikalau para pemegang saham PT A tlah mnjadi pemegang saham PT ANGIN RIBUT, apa komposisi prsen pemegang saham dlm PT ANGIN RIBUT gk mengalami prubahan? nonsense..!! disitulah trjadi delusi.. perhitungan delusinya gmana, silahkan tanya para akuntan profesional. saya hanya mmberikan gambaran asumsi "SEANDAINYA".. SPERTI ITU PAK LAWYER YG HEBAT DAN CERDAS...


KEDUA...
Pengambilalihan ialah perbuatan hkum yg dilakukan oleh badan hokum atu org prseorangan utk mngambilalih saham perseroan yg mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut (vide: pasal 1 angka 11 UUPT). memang Pasal 125(1) UUPT mnyebutkan bhw "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham". makanya, sy bilang, klo gk mau dsebut akuisisi, lantas apa nama yg tepat? ok, sebagai pemegang saham mayoritas. C sebagai pemegang saham mayoritas, saya akui saya kalah disini... pertanyaannya, sapa yg mnjadi pengendali PT ANGIN RIBUT sekarang pak lawyer???!!!!

gw msh kacung kampret tuh, blom jadi lawyer, krn blom disumpah sama PERADI What a Face

klo kata dosen di pulau Jawa, dalam berargumentasi hukum, sebisa mungkin jgn menambah fakta baru dong, jadi bisa debat kusir nantinya What a Face

mau tau siapa yg jadi pemegang saham pengendali? Liat dulu ketentuan di Pasal 79(2) UUPT..baru kita bisa menentukan sapa aja yg jd pemegang saham pengendali What a Face

Saran: jgn mudah terpancing emosi bung klo ber-argumentasi hukum..gak baca ya artikel yg gw post kemaren ya ttg "strategi perang "Hotman Parij? ckckck..baca dululah..PLEASE What a Face

Strategi Perang Hotmas Paris? di sub mana bro?
penasaran nih,,, Rolling Eyes
Back to top Go down
View user profile
pejuangtersisihkan
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 114
Join date : 2012-01-15
Age : 29
Location : Jakarta

PostSubject: Re: tanya kasus    Fri Feb 03, 2012 1:53 am

sls_amg wrote:
morroc wrote:
pejuangtersisihkan wrote:
baiklah... baiklah pak lawyer.,

pertama, pertanyaan lo, "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?. saya kan bilang itu ASUMSI dari soal yg msih abstrak itu, bhw stelah ditetapkn harga wajar dlm rangka konversi saham PT.A kpd PT.ANGIN RIBUT, nilai nominalnya sama, yaitu 500.000/saham (ini asumsi). saham PT ANGIN RIBUT yg beredar adlah sebanyak 4000 lembar, stelah saham PT A yg sbanyak 2000 lbr dialihkan k PT ANGIN RIBUT, otomatis brtambah 50% mnjadi 6000 saham bredar (gk mungkin 80% kan?).. ini asumsi kotor nih, krn soalnya jg gk jelas.. nah, penambahan saham dalam PT ANGIN RIBUT pasca merger, apa tidak mengakibatkan delusi? so pasti, krn pmegang saham PT A otomatis mnjadi pmegang saham PT ANGIN RIBUT pasca merger (vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT). jikalau para pemegang saham PT A tlah mnjadi pemegang saham PT ANGIN RIBUT, apa komposisi prsen pemegang saham dlm PT ANGIN RIBUT gk mengalami prubahan? nonsense..!! disitulah trjadi delusi.. perhitungan delusinya gmana, silahkan tanya para akuntan profesional. saya hanya mmberikan gambaran asumsi "SEANDAINYA".. SPERTI ITU PAK LAWYER YG HEBAT DAN CERDAS...


KEDUA...
Pengambilalihan ialah perbuatan hkum yg dilakukan oleh badan hokum atu org prseorangan utk mngambilalih saham perseroan yg mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut (vide: pasal 1 angka 11 UUPT). memang Pasal 125(1) UUPT mnyebutkan bhw "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham". makanya, sy bilang, klo gk mau dsebut akuisisi, lantas apa nama yg tepat? ok, sebagai pemegang saham mayoritas. C sebagai pemegang saham mayoritas, saya akui saya kalah disini... pertanyaannya, sapa yg mnjadi pengendali PT ANGIN RIBUT sekarang pak lawyer???!!!!

gw msh kacung kampret tuh, blom jadi lawyer, krn blom disumpah sama PERADI What a Face

klo kata dosen di pulau Jawa, dalam berargumentasi hukum, sebisa mungkin jgn menambah fakta baru dong, jadi bisa debat kusir nantinya What a Face

mau tau siapa yg jadi pemegang saham pengendali? Liat dulu ketentuan di Pasal 79(2) UUPT..baru kita bisa menentukan sapa aja yg jd pemegang saham pengendali What a Face

Saran: jgn mudah terpancing emosi bung klo ber-argumentasi hukum..gak baca ya artikel yg gw post kemaren ya ttg "strategi perang "Hotman Parij? ckckck..baca dululah..PLEASE What a Face

Strategi Perang Hotmas Paris? di sub mana bro?
penasaran nih,,, Rolling Eyes

iya.. gw juga penasaran bnget.. di sub bgian mana bro?
Back to top Go down
View user profile
Blur
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 273
Join date : 2010-12-11

PostSubject: Re: tanya kasus   Fri Feb 03, 2012 6:47 am

morroc wrote:
pejuangtersisihkan wrote:
baiklah... baiklah pak lawyer.,

pertama, pertanyaan lo, "komposisi pemilikan saham pada PT. ANGIN RIBUT akan mengalami delusi sebesar 50%" apa ya? cara bisa nentuin 50% itu dari mana?. saya kan bilang itu ASUMSI dari soal yg msih abstrak itu, bhw stelah ditetapkn harga wajar dlm rangka konversi saham PT.A kpd PT.ANGIN RIBUT, nilai nominalnya sama, yaitu 500.000/saham (ini asumsi). saham PT ANGIN RIBUT yg beredar adlah sebanyak 4000 lembar, stelah saham PT A yg sbanyak 2000 lbr dialihkan k PT ANGIN RIBUT, otomatis brtambah 50% mnjadi 6000 saham bredar (gk mungkin 80% kan?).. ini asumsi kotor nih, krn soalnya jg gk jelas.. nah, penambahan saham dalam PT ANGIN RIBUT pasca merger, apa tidak mengakibatkan delusi? so pasti, krn pmegang saham PT A otomatis mnjadi pmegang saham PT ANGIN RIBUT pasca merger (vide: pasal 122 ayat (3) huruf b UUPT). jikalau para pemegang saham PT A tlah mnjadi pemegang saham PT ANGIN RIBUT, apa komposisi prsen pemegang saham dlm PT ANGIN RIBUT gk mengalami prubahan? nonsense..!! disitulah trjadi delusi.. perhitungan delusinya gmana, silahkan tanya para akuntan profesional. saya hanya mmberikan gambaran asumsi "SEANDAINYA".. SPERTI ITU PAK LAWYER YG HEBAT DAN CERDAS...


KEDUA...
Pengambilalihan ialah perbuatan hkum yg dilakukan oleh badan hokum atu org prseorangan utk mngambilalih saham perseroan yg mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut (vide: pasal 1 angka 11 UUPT). memang Pasal 125(1) UUPT mnyebutkan bhw "Pengambilalihan dilakukan dgn cara pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan dan/atau akan dikeluarkan oleh Perseroan melalui Direksi Perseroan atau langsung dari pemegang saham". makanya, sy bilang, klo gk mau dsebut akuisisi, lantas apa nama yg tepat? ok, sebagai pemegang saham mayoritas. C sebagai pemegang saham mayoritas, saya akui saya kalah disini... pertanyaannya, sapa yg mnjadi pengendali PT ANGIN RIBUT sekarang pak lawyer???!!!!

gw msh kacung kampret tuh, blom jadi lawyer, krn blom disumpah sama PERADI What a Face

klo kata dosen di pulau Jawa, dalam berargumentasi hukum, sebisa mungkin jgn menambah fakta baru dong, jadi bisa debat kusir nantinya What a Face

mau tau siapa yg jadi pemegang saham pengendali? Liat dulu ketentuan di Pasal 79(2) UUPT..baru kita bisa menentukan sapa aja yg jd pemegang saham pengendali What a Face

Saran: jgn mudah terpancing emosi bung klo ber-argumentasi hukum..gak baca ya artikel yg gw post kemaren ya ttg "strategi perang "Hotman Parij? ckckck..baca dululah..PLEASE What a Face

Nulis dimanatuh gan "Strategi Perang" Hotman Paris udah nubi ubek2 nih Warkum kagak nemu Question
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: tanya kasus    Today at 4:32 am

Back to top Go down
 
tanya kasus
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Warung Hukum  :: Lounge :: Ask the Lawyers-
Jump to: