Komunitas Praktisi, Intelektual Hukum Indonesia Tersaji Apik & Menarik
 
HomeCalendarFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Itikad Baik dan PMH

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Itikad Baik dan PMH   Thu Mar 15, 2012 11:02 am

Dulu di forum sebelah pernah di bahas. Tapi kayaknya nggak tuntas.
Ada opini kalo Perbuatan Melawan Hukum bisa di dasarkan pada pelanggaran itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian. Let say ada perjanjian resechedulling atau restrukturisasi hutang. Alih-alih bayar utang sesuai dengan term dlm kontraknya, si debtor malah pake uangnya utk beli aset baru sehingga default di paymentnya. Si kreditor lalu menuntut tapi bukan pake wan prestasi melainkan PMH atas dasar si debtor melanggar pasal 1338 mengenai kewajiban utk melaksanakan perjanjian dengan itikad baik.

Gw belum nemu real case sih. Tapi bbrp pakar hukum mulai membahas masalah ini. Dasar yg pro, pasal 1338 itukan bersifat positif dan mandatory jadi unsur melawan hukumnya terpenuhi. Yg kontra bilang itikad baik itu dianggap dimasukkan ke dalam kontrak dan merupakan bagian tidak terpisah dr kontrak, jadi jelas ranahnya pelanggaran kontrak bukan hukum.

So, wahat do you think?
Back to top Go down
View user profile
stinson
Best Memorial 2012
Best Memorial 2012


Posts : 27
Join date : 2012-03-15

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Mar 16, 2012 9:42 am

kl menurut ane sih lebih tepat kl dimasukkan ke wanprestasi. alasannya kl menurut ane apabila si debitur tidak menyanggupi apa yang dia perjanjikan di perjanjiannya itu udah masuk dari definisi wanprestasi yang kl dr contoh di postingan si debitur udah bikin rescheduling utang ama kreditor yang tujuannya supaya dia bisa bayar utangnya. utangnya ga dibayar berarti prestasinya ga terpenuhi nah jatohnya jadi wanprestasi.

kl mau digugat pake PMH mungkin bisa aja kali ya secara PMH pasal 'tong sampah' semua bisa dimasuk2in kesana. tp kl mau lebih akurat gugatannya menurut ane sih pake wanprestasi lebih maknyus

Back to top Go down
View user profile
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Mar 16, 2012 10:09 am

stinson wrote:
kl menurut ane sih lebih tepat kl dimasukkan ke wanprestasi. alasannya kl menurut ane apabila si debitur tidak menyanggupi apa yang dia perjanjikan di perjanjiannya itu udah masuk dari definisi wanprestasi yang kl dr contoh di postingan si debitur udah bikin rescheduling utang ama kreditor yang tujuannya supaya dia bisa bayar utangnya. utangnya ga dibayar berarti prestasinya ga terpenuhi nah jatohnya jadi wanprestasi.

kl mau digugat pake PMH mungkin bisa aja kali ya secara PMH pasal 'tong sampah' semua bisa dimasuk2in kesana. tp kl mau lebih akurat gugatannya menurut ane sih pake wanprestasi lebih maknyus


Banyak pertimbangan kenapa org pake PMH. Salah satunya utk menghindari arbitration clause di perjanjiannya. Pda kasus yg gini, maka apakah bisa mengajukan gugatan pmh atas dasar itikad baik jd sgt penting karena bisa menentukan apakah kasusnya masuk ke PN atau ke arbitrase.
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Mar 16, 2012 6:05 pm

Vedder wrote:
stinson wrote:
kl menurut ane sih lebih tepat kl dimasukkan ke wanprestasi. alasannya kl menurut ane apabila si debitur tidak menyanggupi apa yang dia perjanjikan di perjanjiannya itu udah masuk dari definisi wanprestasi yang kl dr contoh di postingan si debitur udah bikin rescheduling utang ama kreditor yang tujuannya supaya dia bisa bayar utangnya. utangnya ga dibayar berarti prestasinya ga terpenuhi nah jatohnya jadi wanprestasi.

kl mau digugat pake PMH mungkin bisa aja kali ya secara PMH pasal 'tong sampah' semua bisa dimasuk2in kesana. tp kl mau lebih akurat gugatannya menurut ane sih pake wanprestasi lebih maknyus


Banyak pertimbangan kenapa org pake PMH. Salah satunya utk menghindari arbitration clause di perjanjiannya. Pda kasus yg gini, maka apakah bisa mengajukan gugatan pmh atas dasar itikad baik jd sgt penting karena bisa menentukan apakah kasusnya masuk ke PN atau ke arbitrase.

Kayaknya ini pernah gw omongin di kaskus deh..

PMH itu termasuk kompetensi arbitrase kok, tapi tergantung bunyi klausula arbitrasenya gimana, so kalo ada hakim indonesia menyatakan diri berwenang meriksa sengketa yang ada arbitration clause karena cause of action-nya PMH, maka itu hakim bego, sesimpel itu Very Happy
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Mar 16, 2012 9:02 pm

Egghead wrote:
Vedder wrote:
stinson wrote:
kl menurut ane sih lebih tepat kl dimasukkan ke wanprestasi. alasannya kl menurut ane apabila si debitur tidak menyanggupi apa yang dia perjanjikan di perjanjiannya itu udah masuk dari definisi wanprestasi yang kl dr contoh di postingan si debitur udah bikin rescheduling utang ama kreditor yang tujuannya supaya dia bisa bayar utangnya. utangnya ga dibayar berarti prestasinya ga terpenuhi nah jatohnya jadi wanprestasi.

kl mau digugat pake PMH mungkin bisa aja kali ya secara PMH pasal 'tong sampah' semua bisa dimasuk2in kesana. tp kl mau lebih akurat gugatannya menurut ane sih pake wanprestasi lebih maknyus


Banyak pertimbangan kenapa org pake PMH. Salah satunya utk menghindari arbitration clause di perjanjiannya. Pda kasus yg gini, maka apakah bisa mengajukan gugatan pmh atas dasar itikad baik jd sgt penting karena bisa menentukan apakah kasusnya masuk ke PN atau ke arbitrase.

Kayaknya ini pernah gw omongin di kaskus deh..

PMH itu termasuk kompetensi arbitrase kok, tapi tergantung bunyi klausula arbitrasenya gimana, so kalo ada hakim indonesia menyatakan diri berwenang meriksa sengketa yang ada arbitration clause karena cause of action-nya PMH, maka itu hakim bego, sesimpel itu Very Happy

Well kita bisa blg gt, tapi yg terjadi di praktek beda. So far gw cuman nemu satu putusan yg blg pmh bisa ke arbitrase. Tapi itu putusan juga masuk angin karena kasusnya sebelum uu arbitrase dan konteksnya beda bgt sama konsep arbitrase di uu arbitrase.

Kenyataannya, selama lima tahun terakhir gw terlibat di kasus model gini. Dan empat2nya eksepsi kompentensi di tolak, padahal jelas2 disputenya mengenai kewajiban kontraktual (barang nggak nyampai, delay, spec nggak sesuai). Dan so far bbrp expert yg kita engage bilang in general pmh nggak bisa masuk arbitrase karena sifat pelanggaran umum yg publik (and we are talking about reputable profesors and legal expert n a respected ex supreme court judge yg buku hkmacara perdatanya jd pegangan anak hukum). The closest opinion cuman blg pmh bisa ke arbitrase tp utk nilai ganti ruginya. Utk pelanggaran hknya tetep hrs ke pengadilan kecuali para pihak sepakat bikin perjanjian arbitrase baru utk resolve itu dan bukan pelanggaran pidana.

If u have authority yg blg pmh itu arbitrable, pls feel free to share karena gw getting desperate utk masalah ini. Paling cuman bang Mulya yg berani expressly say kalo pmh itu arbitrable. Selain dr itu gw blum nemu respected authority yg support klausul arbitrase extend ke PMH notwithstanding kalo disitu jelas2 ada lata2 "arising out of" which supposedly cover pmh yg berkaitan dengan performance dari kewajiban dlm kontrak.
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Mar 16, 2012 10:11 pm

Tahun lalu ada putusan pengadilan yang menolak gugatan pmh dgn alasan adanya klausula arbitrase di antara para pihak kok..tp lupa kasus siapa v siapa, yang pasti di pengadilan jakarta selatan.

Buku yahya harahap yang arbitrase jelas kok mengenai isu pmh juga masuk wewenang arbitrase.

Ketua ikadin abal-abal yang dipecat peradi trus banding ke kai trus skrg jd kacung arifin panigoro untuk ngejaga mainan terbarunya dari rongrongan pemilik lama itu? Ex partner kantor gw yang buka kantor sendiri cerita dia pernah nunjuk itu org jadi arbiter dan kecewa dgn kinerja yang bersangkutan krn kayaknya dia gak ngerti apa yang dia lakukan di sono..
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Sat Mar 17, 2012 1:39 am

Oh iya, satu lg, ada hakim agung yang pernah nulis artikel di jurnal ilmiah ttg pmh dan arbitrase, tp lupa judul jurnalnya apaan...tahun 2009 kalo gak salah inget
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
morroc
Junior Associate
Junior Associate


Posts : 370
Join date : 2011-11-23

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Sat Mar 17, 2012 6:26 am

Prinsipnya: pelanggaran terhadap hal2 yg kontraktual, maka dikategorikan sebagai Wanprestasi. Sedangkan, adanya pelanggaran diluar2 hal kontraktual itu harus dikategorikan sebagai PMH.

As we know, perumusan PMH itu kan perbuatan yang melanggar:
a. Hak Subyektif Orang Lain
b. Kewajiban Hukumnya si Pelaku Sendiri
c. Melanggar etika pergaulan hidup
d. Melanggar kewajibannya untuk, dalam pergaulan hidup yang secara patut memperhatikan diri dan harta orang lain

satu sisi gw setuju sih ketika debtor gak bayar utangnya tp malah pake uangnya utk beli aset baru sehingga default di paymentnya, bisa dibilang melanggar point (d) diatas. Perlu digarisbawahi klo pokok dari masalah tsb kan debtor gak bisa bayar utang, sebenarnya klo dia mau jual aset ke sapa aja sepanjang tuh utang bisa dibayar, ya si kreditor sih tenang2 aja. Tapi apakah hal tsb bisa dikategrikan sbg PMH? menurut gw sih itu lebih pas ke Wanprestasi.

menurut gw, wanprestasi itu adalah salah satu bentuk perbuatan yang melawan hukum.
jadi,“Sikap yang melawan hukum” digunakan sebagai genus, sedangkan PMH dan wanprestasi sebagai spesies

jaaaadiiii, Gugatan berdasarkan wanprestasi, tidak dibenarkan untuk menggunakan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang PMH dan sebaliknya, karena wanprestasi sudahmendapat pengaturannya dalam bagian iii, Bab I Buku III BW. Sedangkan PMH udah mendapat pengaturannya dalam Bab III BW
Back to top Go down
View user profile
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Apr 20, 2012 8:23 am

Egghead wrote:
Tahun lalu ada putusan pengadilan yang menolak gugatan pmh dgn alasan adanya klausula arbitrase di antara para pihak kok..tp lupa kasus siapa v siapa, yang pasti di pengadilan jakarta selatan.

Buku yahya harahap yang arbitrase jelas kok mengenai isu pmh juga masuk wewenang arbitrase.

Ketua ikadin abal-abal yang dipecat peradi trus banding ke kai trus skrg jd kacung arifin panigoro untuk ngejaga mainan terbarunya dari rongrongan pemilik lama itu? Ex partner kantor gw yang buka kantor sendiri cerita dia pernah nunjuk itu org jadi arbiter dan kecewa dgn kinerja yang bersangkutan krn kayaknya dia gak ngerti apa yang dia lakukan di sono..

Egg lo ada detail putusannya nggak ? Dan buku Yahya yg mana yah? Barusan dpt kasus masalah gini. Dan, utk kesekian kalinya, PN Jaksel menolak eksepsi kompetensi absolut gara2 PMH. Padahal jelas2 ada klausul arbitrase dan sengketanya masalah keterlambatan pengiriman barang. Setan bener!
Back to top Go down
View user profile
bane
Darth
Darth


Posts : 3573
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Fri Apr 20, 2012 8:20 pm

udah masalah pelor kayanya itu....
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Sat Apr 21, 2012 3:00 am

@vedder,

Sorry baru baca, sure, ntar gw kasih lebih detail yah, tp musti obok2 data dulu, tp inget my fees will be structured on an hourly basis, VAT and normal disbursements shall be added to my fees. :ngakak :ngakak

Bercanda, tp serius, ntar gw cari dulu detailnya
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Sat Apr 21, 2012 11:57 am

Egg: thx. Ntar gw refer kasus ke tempat lo dah (setelah gw tau lo siapa tentunya) hahahaa

Bane: probably, kita emang clean. Tapi, masa sih gw kalah mlulu di isu ini, ini ntah yg ketiga atau keempatnya klien gw kalah gara2 pmh.
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Mon Apr 23, 2012 4:34 pm

Buahahahaha, tawaran mematikan, seperti mengambil tawaran menggiurkan ditukar dengan jiwa :ngakak :ngakak

Gw tertarik tawaran lu sbnrnya, tapi gw lebih suka anonimitas, mengingat gw banyak 'mengkritik' tokoh advokat indonesia dan berbagi banyak informasi sensitif ttg firm papan atas indonesia, lgpl kantor gw uda punya perjanjian semi ekslusif dengan salah satu firm singapura What a Face

Bedewe, kasih gw bbrp hari lagi yah, kalo gw uda bisa napas dikit baru gw cariin info yang lu mau yee..
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
liarlawyer
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 34
Join date : 2011-10-19
Location : Jakarta

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Mon Apr 23, 2012 8:10 pm

Ane baru baca buku Hukum Perjanjian karangan Suharnoko. Katanya disitu kalo gugatan PMH hanya bertujuan untk mengembalikan posisi penggugat kepada keadaan hukum semula. Jadi ganti rugi yang dpt diberikan hanya terbatas ganti rugi bersifat materiil, misalnya hanya sebatas jumlah biaya yang telah dikeluarkan penggugat. Gak bisa buat expectating loss..

Jadi kalo menurut ane rugi juga Gan gugat pake PMH cuma baluik modal doang, belum bayar ongkos beracara, lawyer, dsb.. Smile
Back to top Go down
View user profile
bane
Darth
Darth


Posts : 3573
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Mon Apr 23, 2012 8:32 pm

bayar perkara dibebankan pada yang kalah. kalo ga sanggup bisa minta berperkara secara gratis kok. ada aturannya.

pake lawyer ga wajib, jadi biaya lawyer ga bisa dibebankan...
Back to top Go down
View user profile
jakasembung@law
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 143
Join date : 2010-10-04

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Mon Apr 23, 2012 10:28 pm

coba cek di rakernas MARI ada pendapat bahwa masalah adanya satu gugatan terdiri PMH sekaligus WP tidaklah menjadi gugatan tsb obscuur disimpulkan bahwa ke-2nya hanyalah digantungkan pada pembuktian.. itu menurut kesimpulan saya dari tulisan beliau itu apa itu tuada perdata atau wk. ketua MARI, lupa tuh..

sedangkan persoalan apa itu forum arbitrase atau PN, menurut pendapat pribadi saya semua digantungkan pada itikad awal para pihak dari pembuatan perjanjian tsb, lagipun masalah forum hanyalah masalah selera.. mengenai adanya percepatan eksekusi semuanya juga samimawon saja........

artinya boleh saja kita memberi nasehat bahwa hal ini seharusnya di arbitrase sebenarnya tidaklah relevan terhadap rasa frustasi yang selalu gagal untuk dikabulkannya eksepsi kompetensi.. lagipun yang disebut kompetensi absolut dan relatif itu kebanyakan yang sudah pakem hanyalah soal PN, PA dan MILITER, sedangkan arbitrase itu dia BIAS.. entah karena sebenarnya dia masuk ke dalam FORUM APS, sehingga yang perlu didorong adalah ke-2 belah pihak sepakat menjalankan ARBITRASE UNTUK SEGERA SELESAI, kalu ada itikad lain selain SEGERA SELESAI yah begitulah...

sekedar pendapat... CMIIW
Back to top Go down
View user profile
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Mon Apr 23, 2012 11:56 pm

jakasembung@law wrote:
coba cek di rakernas MARI ada pendapat bahwa masalah adanya satu gugatan terdiri PMH sekaligus WP tidaklah menjadi gugatan tsb obscuur disimpulkan bahwa ke-2nya hanyalah digantungkan pada pembuktian.. itu menurut kesimpulan saya dari tulisan beliau itu apa itu tuada perdata atau wk. ketua MARI, lupa tuh..

sedangkan persoalan apa itu forum arbitrase atau PN, menurut pendapat pribadi saya semua digantungkan pada itikad awal para pihak dari pembuatan perjanjian tsb, lagipun masalah forum hanyalah masalah selera.. mengenai adanya percepatan eksekusi semuanya juga samimawon saja........

artinya boleh saja kita memberi nasehat bahwa hal ini seharusnya di arbitrase sebenarnya tidaklah relevan terhadap rasa frustasi yang selalu gagal untuk dikabulkannya eksepsi kompetensi.. lagipun yang disebut kompetensi absolut dan relatif itu kebanyakan yang sudah pakem hanyalah soal PN, PA dan MILITER, sedangkan arbitrase itu dia BIAS.. entah karena sebenarnya dia masuk ke dalam FORUM APS, sehingga yang perlu didorong adalah ke-2 belah pihak sepakat menjalankan ARBITRASE UNTUK SEGERA SELESAI, kalu ada itikad lain selain SEGERA SELESAI yah begitulah...

sekedar pendapat... CMIIW

Sebelumnya, perbedaan dispute settlement di pengadilan dan di arbitrase sangat amat besar. Mulai rules of evidence, kompetensi dari hakim/arbitrator sampai masalah eksekusi di negara lain. Hal ini literally menentukan apakah klien lo dpt uangnya balik atau nggak.so it's absolutely not masalah selera. Makanya dalam praktek, pihak yg merasa bakal kalah akan mati2an berusaha untuk menghindari arbitrase karena kelebihan arbitrase (nggak ada banding, putusan bisa di enforce hampir ke semua negara besar, dll).

Dan tidak. itu tidak ditentukan dengan itikad awal. Harus dilihat apa sebuah perkara itu bisa masuk ke arbitrase. Hal ini jelas disebut di uu arbitrase. Misalnya perkara yg menyangkut sengketa merek, kepailitan atau kriminal. Walaupun para pihak setuju, arbitrase akan menolak.

Masalah kompetensi pengadilan dan arbitrase adalah kompentensi absolut. Di uu arbitrase dinyatakan jelas dan yurisprudensi MA juga sudah menyatakan kalau kewenangan pengadilan dan arbitrase adalah masalah kewenangan absolut.

Bahaya kalo lo nggak ngerti substansi arbitrase dan kasih advice ke klien kalau arbitrase dan pengadilan adalah sama. Konsep dan praktek kedua institusi itu sangat berbeda sekali. Dalam prakteknya, investor banyak yg frustasi menghadapi proses pengadilan di indo yg nggak jelas. Nggak sedikit yg akhirnya mengurungkan niatnya utk invest gara2 partner lokal tidak mau menggunakan arbitrase.

Back to top Go down
View user profile
jakasembung@law
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 143
Join date : 2010-10-04

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Tue Apr 24, 2012 2:13 am

@vedder

wow... sepertinya anda sedang memegang teguh eksepsi kompetensi absolut anda, tapi saya hormati hal tersebut, sama halnya anda menguraikan sedemikian rupa beracara di arbitrase yang saya akui belum pernah ikuti, tapi untuk membatalkannya saya pernah ajukan..

semua statement saya tidak menyatakan sama sekali PN = Arbitrase, akan tetapi oleh anda ditangkap demikian.

sepengetahuan saya klausula arbitrase itu secara teori bahkan praktik diterapkan apabila PARA PIHAK SUNGGUH-SUNGGUH MENGAKUI PENYELESAIAN MELALUI LEMBAGA tersebut, bukan sekedar yang penting tutup kontrak. nah pernyataan saya sejak awal sesungguhnya dibenarkan oleh pernyataan anda bahwa :
"yg merasa bakal kalah akan mati2an berusaha untuk menghindari arbitrase..." itu sebenarnya maksud saya.

mengenai ada jenis kasus yang tidak masuk arbitrase saya sama sekali tidak menyinggung hal tersebut. soal selera itu yah dilihatnya dari proses pembuatan perjanjian.. kenapa?

1. Arbitrase pun tidak lepas dari putusan yang "tidak menarik"
2. eksekusi arbitrase pun masih melalui bantuan PN

sekedar saja, forum arbitrase dengan segala keuntungannya terhambat dengan masih perlunya proses di PN dengan keadaan tertentu menurut UU. Itulah kenapa mungkin forum tersebut tidaklah semenarik itu di Indonesia.

kalu soal kompetensi absolut, saya paham mengenai hal tersebut. saya kan bilang BIAS bukan bilang TIDAK KOMPETENSI ABSOLUT............

sekarang, pada awal kalimat saya sungguh2 saya pernah baca betapa pemikiran soal apakah ini gugatan PMH atau WP sudah sedemikian cairnya, hingga jika ada dalam satu gugatan ada WP, ada PMH dan ada Pgk tidak dinyatakan sebagai obscuur... bertolak dari sana, maka tidak jaranglah ada pemikiran bahwa sengketa kontrak dengan klausula arbitrase bisa diperiksa di PN, karena yah itu Hakim diminta untuk menilai hingga pokok perkara selesai.

mohon maaf kawan saya pikir... ada kesalahpahaman antara saya dengan anda, semoga kita bisa perlahan-lahan saling memahami. tks




Back to top Go down
View user profile
Vedder
Partner
Partner


Posts : 1109
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Tue Apr 24, 2012 8:23 am

@jaka : lo ngomong apaan sih?
Back to top Go down
View user profile
jakasembung@law
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 143
Join date : 2010-10-04

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Wed Apr 25, 2012 3:37 am

Vedder wrote:
@jaka : lo ngomong apaan sih?

saya pikir anda tertarik berdiskusi... sekedar saja:
1. pertanyaan anda tersebut diduga bermaksud tidak menghargai pendapat saya atau
2. pertanyaan anda ada maksud lain

namun demikian, terima kasih.
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Wed Apr 25, 2012 7:30 pm

Gw juga gak ngerti lu ngomong apaan lho jaka makanya gw gak nimbrung dalam 'diskusi kagak nyambung' di atas What a Face
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
liarlawyer
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 34
Join date : 2011-10-19
Location : Jakarta

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Thu Apr 26, 2012 12:51 am

@jaka, mungkin dibikin agak simple dikit, bang, bahasanya rumit banget.. Rolling Eyes
Back to top Go down
View user profile
jakasembung@law
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 143
Join date : 2010-10-04

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Thu Apr 26, 2012 5:58 am


yah... sebenarnya point berikut :

1. saya paham ARBITRASE dan PN beda prosesnya
2. saya paham ARBITRASE itu masalah KOMPETENSI ABSOLUT
3. saya paham pelaksanaan Putusan ARBITRASE pakai bantuan PN
4. saya paham pemilihan FORUM UNTUK PENYELESAIAN SENGKETA ADA KLAUSULA ARBITRASE

sekarang masalahnya adalah: Penerapan Klausula Arbitrase kan ?

vedder menurut pendapat saya, jika salah mohon dibetulkan, "gemes" dengan tidak sedikit HAKIM yang tidak meloloskan EKSEPSI KOMPETENSI ABSOLUT padahal jelas kok di UU dan PUTUSAN MARI.

nah saya mau kasih tau perbanding bahwa ada Pendapat mengenai GUGATAN YANG BERISI EISSEN RECHT sekaligus PMH, PgK, dan WP itu ternyata tidaklah dinilai sebagai GUGATAN KABUR (OBSCUUR), karena kesemuanya akan dinilai HAKIM SEKALIGUS sebagai PERTIMBANGAN DALAM POKOK PERKARA.

nah, mengenai KLAUSULA ARBITRASE pun, HAKIM melakukan PENILAIAN DALAM POKOK PERKARA, meskipun seharusnya tinggal lihat aja klausula Arbitrase toh di perjanjian, sehingga kemudian buat PUTUSAN SELA untuk memutus EKSEPSI KOMPETENSI ABSOLUT.

kenapa saya bilang HAKIM menilai POKOK PERKARA, karena HAKIM menilai aspek pembuatan PERJANJIAN tersebut, misal: melihat niatan para pihak pada awal perjanjian di buat, melihat bagaimana perjanjian itu dilaksanakan, dan lain sebagainya.

nah, satu lagi kenapa saya bilang SELERA, lah iyalah jangan dilupakan bahwa para pihak kan disuruh memilih mau yang PN atau APS/ADR, jika ada sengketa.

nah, dua lagi ingat loh ARBITRASE itu adalah APS/ADR, APS/ADR itu berjalan jika ke-2 pihak sungguh-sungguh sejak semula melihat pilihan APS/ADR tersebut adalah TERBAIK, jika ada satu pihak MBALELO, sudah barang tentu dia akan cari jalan keluar sendiri.

nah, tiga lagi kenapa sudah sedemikian rupa klausula arbitrase "disimpangi" dalam praktiknya di INdonesia kita coba cari solusinya ?

namun akhirnya, semua kembali kepada NIATAN PARA PIHAK a.k.a SELERA PARA PIHAK

saya mungkin salah, tapi saya jelas keberatan dibilang TIDAK NYAMBUNG!!! oleh anda karena anda kan memang ngak ngerti saya ngomong apa toh bung egghead atau dikatakan seperti Vedder sebelumnya...

namun saya coba uraikan lagi karena apa yang dinyatakan oleh liarlawyer... lebih menarik pernyataannya...

tapi kalu masih rumitnya juga, sekarang coba kita cermati kenapa ada gugatan dengan dasar PMH digabung sama WP dinilai bukan OBSCUUR padahal dulu kala kita mengenalnya sebagai BEDA JENIS...




Back to top Go down
View user profile
jakasembung@law
Legal Assistant
Legal Assistant


Posts : 143
Join date : 2010-10-04

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Thu Apr 26, 2012 6:03 am

kalu masih ngak nyambung, saya mohon maaf atas postingan yang berkepanjangan di atas. Very Happy
Back to top Go down
View user profile
.
Retired
Retired


Posts : 2660
Join date : 2010-04-28

PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Thu Apr 26, 2012 7:08 am

Gw masih gak ngerti lu ngomong apaan sih jaka, tp tampaknya ada gap pengetahuan ttg arbitrase, mari gw jelaskan secara singkat biar gak melebar kemana-mana.

Isunya sederhana, apakah pmh itu masuk yurisdiksi arbitrase apa kagak.

1. Aturan arbitrase indonesia adalah uu arbitrase, perma dan konvensi new york + keppres ratifikasinya.

2. UU Arbitrase dengan tegas menyatakan dispute sehubungan dengan perjanjian yang ada klausula arbitrase itu masuk wewenang arbitrase dan hakim indonesia wajib menolak, tanpa membedakan dispute pmh ato wanprestasi.

3. Keppres yang meratifikasi konvensi new york itu tanpa reservasi, artinya semua ketentuan konvensi new york berlaku.

4. Konvensi new york tegas mengatur pmh masuk wewenang arbitrase tapi tergantung bunyi klausulanya gimana.

5. Baik BANI ato badan arbitrase lain banyak yang sudah menangani sengketa dengan dasar pmh, contoh kasus karahabodas yang final awardnya dijalankan oleh pertamina dan di-enforce di banyak negara.

6. Dengan demikian jelas pmh itu masuk wilayah arbitrase, dan alasan pengadilan indonesia menyatakan sebaliknya itu cuma bersumber dari pemikiran nasionalisme sempit, yaitu perbuatan yang melanggar hukum indonesia adalah jurisdiksi pengadilan indonesia. Pertimbangan hukum mereka sesederhana itu, padahal banyak perjanjian menggunakan choice of law non-hukum indonesia.

Kalo mau diskusi mulai dari poin di atas, gak perlu kejauhan pake beda genus wanprestasi ato pmh, krn gak nyambung dengan alasan pmh itu arbitrable apa kagak.
Back to top Go down
View user profile http://lawyers.forumotion.net
Sponsored content




PostSubject: Re: Itikad Baik dan PMH   Today at 1:10 am

Back to top Go down
 
Itikad Baik dan PMH
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Warung Hukum  :: Lounge :: Lex Constitutum-
Jump to: